Perusahaan Konstruksi Adalah, Sejarah, Contoh dan Jenis

Perusahaan konstruksi adalah industri sangat vital bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Setiap perkembangan ekonomi yang dihadapi oleh Negara Indonesia, sektor konstruksi tetap menjadi sektor paling utama dibutuhkan oleh masyarakat. Perusahaan konstruksi sering kali ditunjuk sebagai penanggung jawab bertanggung jawab atas pembangunan jalan raya, jembatan, gedung, dan infrastruktur lainnya.

Meskipun ini adalah suatu hal yang menyenangkan bagi banyak perusahaan konstruksi, namun terdapat banyak tantangan harus dihadapi dalam penanganan proyek konstruksi. Memperoleh sumber daya dibutuhkan dan mempertahankan laboratorium yang kompeten dan terampil adalah faktor sangat diperlukan bagi perusahaan untuk mencapai kesuksesan.

Kepercayaan investor dan konsumen atas kemampuan suatu perusahaan konstruksi dalam menyelesaikan proyek juga sangat penting untuk mempertahankan eksistensi perusahaan di tengah persaingan. Performa sangat dihargai oleh investor dan konsumen adalh kemampuan dari suatu perusahaan dalam menyelesaikan proyek dalam batas waktu yang ditentukan sekaligus menjaga kualitas dihasilkan.

Oleh karena itu, perusahaan konstruksi harus dapat mempertahankan kinerjanya dengan menerapkan strategi bisnis matang. Hal ini meliputi penggunaan teknologi terbaru, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan standar dan prosedur sesuai, transparansi dalam pengelolaan keuangan atau perizinan, serta menegakkan regulasi yang berlaku di bidang konstruksi.

Sejarah Perusahaan Konstruksi

sejarah perusahaan konstruksi
source: sarana-abadi.co.id

Indonesia merupakan negara memiliki banyak konstruksi megaproject ambisius dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong perkembangan pesat industri konstruksi di negara ini. Namun, perusahaan konstruksi baru mulai berkembang pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Pada era awal pembentukan negara Indonesia, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara masih bergantung pada asing. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya teknis, keuangan atau kemampuan konstruksi nasional. Namun, situasi ini berubah dengan terbentuknya perusahaan negara (PN) pada tahun 1952.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, industri konstruksi mulai berkembang, seiring dengan pemberian kontrak untuk proyek-proyek megaproyek pemerintah seperti pembangunan Monas, jembatan Ampera, dan Gedung Sate. Selain itu, perusahaan swasta juga mulai berkembang, seperti PT Pembangunan Jaya, PT Bumi Modern, serta PT Thiess Contractors Indonesia.

Perkembangan industri konstruksi di Indonesia semakin pesat pada tahun 1970-an melalui pembangunan proyek-proyek infrastruktur skala besar, seperti proyek pembangunan jalan tol hingga proyek pembangkit listrik tenaga air. Pada era ini, perusahaan nasional seperti PT Adhi Karya, PT Krakatau Steel, serta PT Waskita Karya mulai terbentuk atau berkembang.

Jika ditilik lebih jauh, era Orde Baru menandai lahirnya banyak perusahaan konstruksi besar seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. Pemerintah Orde Baru memiliki peran besar dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui program Pertumbuhan Berimbang dan Seimbang (PBB), yang membangun infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara di seluruh wilayah Indonesia.

Setelah masa Orde Baru, Indonesia mengalami reformasi ekonomi berdampak pada perkembangan industri konstruksi. Era 2000-an ditandai dengan berbagai proyek swasta skala besar, seperti proyek pengembangan kawasan Senayan, Central Park, dan Grand Indonesia. Selain itu, perusahaan konstruksi multinasional seperti Salim Group, Ciputra Group, dan Astra International juga mulai terjun ke industri ini.

Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah Indonesia juga memfokuskan pada pembangunan infrastruktur transportasi skala besar seperti jalan tol, rel kereta api, jalan layang, dan bandara. Hal ini memacu perkembangan industri konstruksi di Indonesia dan semakin banyak perusahaan konstruksi nasional dan multinasional yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

Jenis Perusahaan Konstruksi

jenis perusahaan konstruksi
source: rederp.co.id

Perusahaan konstruksi adalah sebuah organisasi bergerak di bidang pembangunan. Ada banyak jenis konstruksi yang bisa dilakukan oleh perusahaan konstruksi, mulai dari bangunan lingkungan, jalan raya, jembatan, serta masih banyak lagi. Berikut ini adalah beberapa jenis konstruksi yang sering dilakukan oleh perusahaan konstruksi di Indonesia.

1. Konstruksi Bangunan

Konstruksi bangunan adalah jenis konstruksi yang paling umum dilakukan oleh perusahaan konstruksi di Indonesia. Konstruksi bangunan meliputi pembangunan gedung, rumah, apartemen, kantor, serta bangunan lainnya. Proyek konstruksi bangunan bisa bervariasi dari sederhana hingga kompleks.

Proyek konstruksi bangunan biasanya dimulai dari tahap perencanaan meliputi pengukuran lahan, pembuatan desain, dan perizinan. Setelah izin diterbitkan, proses konstruksi bisa dimulai. Proyek konstruksi bangunan juga meliputi instalasi AC, listrik, dan pipa air dilakukan oleh spesialis.

2. Konstruksi Jalan Raya

Perusahaan konstruksi juga sering dilibatkan dalam pembangunan jalan raya. Konstruksi jalan raya meliputi pembuatan jalan, jembatan, kanal, atau saluran air. Proyek konstruksi jalan raya biasanya melibatkan banyak pihak seperti pemerintah, konsultan, serta kontraktor.

Ada banyak faktor harus dipertimbangkan dalam proyek konstruksi jalan raya, seperti kondisi geografis, cuaca, serta anggaran. Selain itu, konstruksi jalan raya juga meliputi pemeliharaan serta perbaikan jalan sudah ada.

3. Konstruksi Jembatan

Konstruksi jembatan adalah salah satu jenis konstruksi menantang. Perusahaan harus mempertimbangkan aspek keamanan atau kekuatan ketika membangun sebuah jembatan. Proyek konstruksi jembatan biasanya melibatkan banyak tenaga ahli, seperti teknisi dan insinyur.

Proyek konstruksi jembatan dimulai dari tahap perencanaan, termasuk pengukuran lahan dan pembuatan desain. Setelah desain disetujui, proses pembangunan jembatan dimulai. Proyek konstruksi jembatan juga meliputi pengujian kekuatan, pembangunan pijakan jembatan, serta instalasi lampu jalan.

4. Konstruksi Irigasi

Konstruksi irigasi meliputi pembangunan saluran air dan sistem pengairan. Tujuan dari konstruksi irigasi adalah untuk menyediakan air bagi pertanian atau lingkungan hidup. Perusahaan ini juga sering dilibatkan dalam rehabilitasi sistem irigasi yang sudah ada.

Proyek konstruksi irigasi meliputi pembuatan saluran pengairan, pembuatan bendungan, dan instalasi sistem pompa air. Perusahaan konstruksi juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan atau ekonomi dalam pembangunan sistem irigasi.

Kesimpulan

Kesimpulannya, perusahaan konstruksi adalah menjadi salah satu sektor berkontribusi dalam memajukan ekonomi suatu negara. Untuk menjadi perusahaan yang sukses harus memperhatikan dampak lingkungan, serta sosial dari proyek sedang mereka kerjakan.

Tinggalkan komentar